Bawaslu RI adakan Kuliah Umum Goes to Campus di FEISHum UNISA

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengajak generasi milenial untuk bersama-sama mengawal proses demokrasi di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh anggota Komisioner Bawaslu RI dalam sesi kuliah umum Hall Baroroh Kampus Terpadu Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Kegiatan kuliah umum bertajuk Bawaslu RI Goes to Campus terselenggara atas kerja sama dengan Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial dan Humaniora (FEISHum) UNISA Yogyakarta.

“Kita semua adalah bagian dari pengawasan Pemliu, maka kami mengajak teman-teman semua untuk ikut mengawasi penyelenggaraan Pemilu” ujar Rahmat Bagja, SH. LL. M Divisi Penyelesaian Sengketa Badan Pengawal Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI).

Sutrisnowati, S.H., M.H., M.Psi., anggota Bawaslu Dearah Istimewa Yogyakarta menambahkan peran generasi milenial sangatlah penting dalam mencegah dan mengawasi Pemilu.

Selain mengadakan kegiatan kuliah umum, Bawaslu menggandeng FEISHum untuk bekerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding. Rahmat Bagja menutup materinya dengan menyampaikan bahwa penguasa atau pemimpin bermasalah berkuasa terjadi karena diamnya orang-orang baik. Oleh karenanya peran generasi milenial sangatlah penting dalam mendukung proses demokrasi di Indonesia.

Masa Taaruf Mahasiswa UNISA Sambut 2350 Mahasiswa Baru

Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) menggelar kegiatan Masa Taaruf (Mataf) Mahasiswa  Baru 2019.  Pembukaan Mataf digelar di halaman kampus terpadu UNISA, Senin (23/9).

Rektor UNISA Yogyakarta, Warsiti, S.Kp.,M.Kep.,Sp.Mat, dalam pembukaannya menyampaikan selamat datang dan bergabung menjadi keluarga besar Unisa Yogyakarta. Mahasiswa baru ini adalah orang -orang terpilih dari total 20.230 pendaftar. ‘’Tahun ini kami menerima  2.350 mahasiswa baru, mereka adalah yang terpilih dari total 20.230 pendaftar ‘’, kata Warsiti

Lebih lanjut di hadapan mahasiswa baru Warsiti menjelaskan bahwa UNISA ini berada diwilayah Yogyakarta yang sudah sangat terkenal sebagai kota pelajar sekaligus kota budaya dan wisata, posisi strategis ini ditambah dengan keberadaan Unisa Yogyakarta ini adalah amal usaha bidang pendidikan  tinggi yang langsung dibawah Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah.

‘Aisyiyah adalah organisasi perempuan Muhammadiyah yang merupakan gerakan perempuan muslim terbesar di Indonesia yang telah berkiprah selama lebih dari satu abad untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, mencerdaskan dan memajukan bangsa.  Oleh karena itu kesyukuran ini diwujudkan dengan tekad yang kuat dan bersungguh-sungguh meluruskan niat untuk dapat menjalankan tanggung jawab   dan amanah yang sudah diberikan  oleh orang tua yaitu belajar dengan sungguh-sungguh.

Warsiti menegaskan bahwa Unisa memiliki misi menghasilkan lulusan  yang unggul dan berkarakter  yang senantiasa mencerahkan. Di Unisa adalah tempat ditempa calon-calon pemimpin muda berkemajuan yang kreatif, inovatif, siap berkompetisi dan mampu bersaing ditingkat global di era revolusi industry 4.0. ‘’Saya berharap para mahasiswa baru akan menggapai dan mewujudkan mimpi besar dengan prestasi-prestasi gemilang yang akan diraihnya nanti’’, jelas Warsiti

Sementara itu Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Dra. Siti Noordjanah Djohantini, MM., MSi., dalam sambutannya mengatakan bahwa bergabungnya para para mahasiswa baru di UNISA Yogyakarta merupakan sesuatu yang patut disyukuri.  Karena para mahasiswa baru hadir di rumah besar di bawah organisasi persyarikatan Muhammadiyah/’Aisyiyah. Dimana  UNISA menjadi salah satu dari 167 perguruan tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) di Indonesia.

Noordjanah berharap kepada mahasiswa baru untuk terus menggelorakan kesamaan, kemajuan, komitmen dan tanggung jawab dengan tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan untuk sama-sama berbuat kebaikan menjalankan kehidupan sebagai mahasiswa UNISA.

Selain itu jadilah mahasiswa yang berkarakter kuat, kekuatan hati/qolbu yang dipadu dengan kekuatan berfikir dan dzikir  akan  menghasilkan karakter yang kuat. Selain itu kembangkan juga karakter jujur dan amanah serta akhlakul karimah.

Berikhtiarlah dengan sungguh-sungguh untuk menjadi mahasiswa berprestasi  dan kehidupan yang lebih baik dengan belajar keras, berkomunikasi dan memperkuat literasi. ‘’Berprestasi baik dalam bidang akademik maupun sosial dan kemasyarakatan’’, kata Noordjanah

Mataf 2019 kali ini mengambil tema ‘Membangun Generasi Unggul untuk Kemajuan Bangsa” dan rangkaian mataf terdiri dari sejumlah kegiatan yaitu social movement seperti melukis tote bag sebagai pengganti plastik, gerakan masyarakat sehat , green living (tanam pohon ), deklarasi pernyataan sikap bencana asap, dan penyaluran bantuan air bersih ke Gunungkidul. Selain itu dilaksanakan juga hari sosialisasi organisasi (pengenalan organisasi dan unit kegiatan mahasiswa).

Prodi Komunikasi bersama APIK PTMA Gelar Lokakarya Format Tugas Akhir Mahasiswa

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta bekerja sama dengan Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (APIK PTMA) menggelar lokakarya perumusan tugas akhir mahasiswa di Yogyakarta, Rabu-Kamis kemarin (18-19/9/2019).

Kegiatan yang diikuti oleh berbagai pengelola Program Studi Ilmu Komunikasi di lingkungan APIK PTMA ini ditujukan untuk menghasilkan perumusan tugas akhir mahasiswa yang lebih bervariasi.

“Di Universitas Muhammadiyah Surakarta, tugas akhir mahasiswa tingkat S-1 adalah skripsi yang formatnya artikel jurnal ilmiah sepanjang 8000 kata di luar abstrak dan daftar pustaka, serta dokumen dibuat terpisah dari naskah,” jelas Yudha Wirawanda, Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi UM Surakarta. Yudha juga menambahkan bahwa di UMS tidak ada lagi skripsi yang tebal. “Mahasiswa juga didorong untuk mengirimkan artikelnya ke jurnal sebelum ujian skripsi,” tambahnya.

Pembicara lain, Banin Diar Sukmono membagi pengalamannya menerbitkan jurnal ilmiah mahasiswa bernama Cogito di Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada. “Dengan adanya jurnal mahasiswa atmosfer akademik di kampus menjadi lebih hidup,” ujarnya. Menurut pengurus APIK PTMA Fajar Junaedi, skripsi mahasiswa Ilmu Komunikasi seharusnya bisa dibuat beragam pilihan melalui jalur rubrikasi yang bisa dipilih oleh mahasiswa, karena Ilmu Komunikasi adalah ilmu yang interdispliner.

“Skripsi yang menjadi tugas akhir mahasiswa bisa berbentuk skripsi konvensional yang tebal, artikel jurnal, karya, atau naskah akademik, yang bisa dipilih oleh mahasiswa sesuai dengan minat dan kompetensinya,” pungkas Fajar.

Source: http://m.muhammadiyah.or.id/id/news-17565-detail-apikptm-rumuskan-tugas-akhir-mahasiswa-ilmu-komunikasi-yang-ringkas-dan-efisien.html