Bawaslu RI adakan Kuliah Umum Goes to Campus di FEISHum UNISA

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengajak generasi milenial untuk bersama-sama mengawal proses demokrasi di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh anggota Komisioner Bawaslu RI dalam sesi kuliah umum Hall Baroroh Kampus Terpadu Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Kegiatan kuliah umum bertajuk Bawaslu RI Goes to Campus terselenggara atas kerja sama dengan Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial dan Humaniora (FEISHum) UNISA Yogyakarta.

“Kita semua adalah bagian dari pengawasan Pemliu, maka kami mengajak teman-teman semua untuk ikut mengawasi penyelenggaraan Pemilu” ujar Rahmat Bagja, SH. LL. M Divisi Penyelesaian Sengketa Badan Pengawal Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI).

Sutrisnowati, S.H., M.H., M.Psi., anggota Bawaslu Dearah Istimewa Yogyakarta menambahkan peran generasi milenial sangatlah penting dalam mencegah dan mengawasi Pemilu.

Selain mengadakan kegiatan kuliah umum, Bawaslu menggandeng FEISHum untuk bekerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding. Rahmat Bagja menutup materinya dengan menyampaikan bahwa penguasa atau pemimpin bermasalah berkuasa terjadi karena diamnya orang-orang baik. Oleh karenanya peran generasi milenial sangatlah penting dalam mendukung proses demokrasi di Indonesia.

Seluruh Dekan Fisipol Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah Sepakat Adakan Kerja Sama

Akhir bulan Januari 2020 kemarin, Forum Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik yang berada di bawah naungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah mengadakan pertemuan. Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis terkait pengembangan kurikulum dan sumber daya FISIP PTMA dalam menghadapi tantangan era revolusi industri 4.0.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Dekan Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Mega Ardina, M.Sc. “Kami sangat antusias dengan diadakannya pertemuan ini. Ada banyak hal yang dapat kami petik, karena FEISHum UNISA merupakan salah satu fakultas termuda yang hadir dalam forum tersebut” ujar Mega Ardina saat dijumpai diruangannya.

Di akhir sesi, seluruh dekan FISIP PTMA menandatangi Memorandum of Understanding. Pertemuan yang diadakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan bersama.

Saatnya Penelti Muhammadiyah-‘Aisyiyah Tampil Percaya Diri

Universitas `Aisyiyah Yogyakarta melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) menjadi tuan rumah untuk gelaran University Research Colloquium (URECOL) ke- 11, Sabtu (22/2). URECOL ke-11 kali ini mengangkat tema ‘Kontribusi Riset dan Pengabdian Masyarakat Menuju Indonesia Berkemajuan’.

URECOL merupakan forum ilmiah yang bertujuan untuk memfasilitasi dosen dan mahasiswa khususnya dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah dalam mempresentasikan hasil penelitian dan pengabdian masyarakat.

“Di luar ini mungkin sudah ada banyak forum ilmiah lain yang dibuat oleh perguruan tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah. Tetapi, forum ilmiah salah satu upaya selesaikan masalah Bangsa,” ujar Warsiti.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat juga menyampaikan bahwa forum ilmiah ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi para dosen maupun mahasiswa untuk mempresentasikan penelitiannya. Ia menyampaikan bahwa ada 482 peserta yang mengikuti URECOL ini.

Forum ilmiah yang ditelurkan oleh perguruan tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah ini menghadirkan Prof. Dr. Widodo Muktiyo, SE., M.Com selaku Dirjen Kominfo dan Prof. Dr. Muhammad Nur, DEA dari UNDIP sebagai Keynote Speaker.

“Indonesia sesungguhnya sudah maju, tetapi belum PD (percaya diri). Saya rasa ini saatnya penelti Muhammadiyah-‘Aisyiyah untuk PD. mu aja ga cukup, mesti harus nggaya, PD (lewat penelitian),” ujar Widodo Muktiyo.